the-so-called Quarter Life Crisis

Categories: Featured, Life, Opinion
Written By: ydoea
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Dear Diary,

hari ini di luar hujan rintik dan agak mendung,
seperti mendung dan hujan yang bergemuruh di hatiku.
rasanya begitu galau.

ah atau mungkin aku yang terlalu melebih lebihkan ya dyar?

kalem kalem. tenang aja, gua ga bakal lanjutin dengan gaya nulis gini kok.

5 baris nulis serasa dah mati gaya.
nulis 5 paragraf mungkin gua mati beneran.

anyway folks, wikipedia this: “Quarter Life Crisis”

belakangan ini gua lagi ngerasain berapa hal-hal yang ada di link wiki tadi kena banget.
included but not limited to:

  • insecurity regarding the near future
  • insecurity concerning long-term plans, life goals
  • insecurity regarding present accomplishments
  • re-evaluation of close interpersonal relationships
  • nostalgia for university, college, high school or elementary school life
  • loneliness
  • a sense that everyone is, somehow, doing better than you

ergo. gue resmi menyatakan diri mengalami quarter life crisis.

note penting (sebelom ngelanjutin baca):
quarter life crisis TIDAK SAMA dengan krisis setengah baya.
terjemahan resmi: quarter BUKAN setengah.
jadi ga ada ya ceritanya nuduh gua ketuaan dah setengah baya aja.

buat yang belum tau quarter life crisis itu apa. coba baca si wiki tadi deh. beneran.

.

but in short, quarter life crisis itu semacam gini kalo menurut gua,

waktu kecil, entah dari tk ke sd, sd ke smp, etc etc.
kita selalu melompat. lompat ke tahap baru dalam hidup, temen baru, suasana baru, beban baru, dll baru.

dan mungkin dari semua lompatan itu,
lompatan paling jauh dan paling terasa beda yang pernah kita lakukan adalah waktu ngelompat ke kuliah.

rasanya mendadak agak aneh kan? dari yang biasa dibatasin mendadak ga terbatas.
dari terbiasa pergi jam segini pulang jam segini, dan jelas langsung ketauan ortu kalo bolos.
mendadak disodorkan opsi bolos gapapa dan ga akan ketauan. (asal ga sering sering)

dari yang biasa jarang banget pulang malem mendadak ga pernah pulang sore.

dari yang biasa ditanyain tiap mau kemana dan mendadak bebas nentuin mo kemana aja sesuka hati kapanpun dimanapun.

dan semacam secara parsial mulai dikasih tanggung jawab untuk take control of your own life.

.

tapi ya, biar gimanapun juga. setiap lompatan waktu kita masih sekolah, bahkan kuliah.

itu adalah lompatan yang “dibimbing”.

kita masih kebayang abis dari tahap ini mau ngelompat ke mana.
harus ambil ancang ancang melompat dari mana, pake sepatu lompat merek apa,
dan kebayang tempat berpijaknya dikasih tanda gede gede berjudul “SD/SMP/SMA/KULIAH”.

.

nah paling parah ya sekarang.
saat lompat dari kuliah ke kehidupan baru kerja dan kawan kawan.

rasanya seakan melompat ke tempat gelap yang ga kebayang,
pijakannya dimana. step selanjutnya apa.
serasa melompat dan berharap ada pijakan di seberang sana.

ga pasti ada. dan ga tau ada apa ga pijakan itu.

cuma berharap bahwa pijakan selanjutnya itu emang ada.

.

QLC stairs

.

semua sistem grade yang sebelumnya serasa hilang.
dan ga kebayang juga kan waktu dulu, dunia kerja itu kaya gimana.
bukan sekedar dengerin guru – ngerjain tugas/pr – belajar buat ulangan – dapet nilai.
ga ada lagi naik kelas naik kelasan atau semacam naik tingkat.
itu dari kronologinya. bidangnya juga kadang bisa jauh beda dari apa yang kita terbiasa.

baru dari sisi kerjaan, dari sisi lain juga mendadak ekspektasinya banyak seabrek.
mulai mikirin juga untuk serius soal relationship, bakal kaya apa ke depannya, sama siapa.
dan lagi kan ini relationship yang bener-bener akan diarahkan ke hubungan super serius bernama pernikahan nantinya.
ga sekedar pacar-pacaran doang.

dari situ kepikiran juga dong pastinya, hal hal yang ga terlalu jauh dari saat ini,
the oh so near future,
pengen kuliah lagi, mo beli rumah dimana dan gimana caranya, gimana cara saving yang bener buat masa depan, uang mo dipake buat apa. dan ga segampang dulu lagi waktu spend uang begitu gampang.
sekarang harus dipikirin ke depannya masa uang itu cuma hilang sesaat begitu aja.

.

dan setelah semua bayangan tentang masa depan itu,
mulai bertanya-tanya.

“Is This The Life That I Really Want?”

ngeliat-liat facebook profile dan photo album orang-orang, chat sama orang orang,
dan mulai ngebanding-bandingin semua aspek di atas.
mereka terlihat jelas di track-nya. mereka terlihat ok. mereka terlihat settle.

mengerikan lah, efeknya bener-bener serasa ngejedotin kepala dengan plang besar bernama
“you aren’t good enough sob..”

ya ngga sih?

.

anyway this post has become a very long post, and frankly speaking,
gua ga terlalu ngerti tujuan gua bikin postingan ini, ga ada solusi juga disini.
i don’t know what to do either. totally.

mungkin semacam pengen share aja yang gua rasain dan juga semacam mau ngasitau,

folks, kalo kalian ngalamin ini. trust me.
you are not alone.

it’s completely normal,
dan mungkin ini cuma semacam tahap dalam hidup yang harus kita jalanin.
jadi jangan terlalu depresi, take it easy, and keep moving on in your life.

Cheers.

.

share and enjoy:
  • Print
  • email
  • Facebook
  • TwitThis
  • Technorati
  • MySpace
  • Google Bookmarks
  • Live
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Ma.gnolia
  • Ping.fm
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

24 Responses to “the-so-called Quarter Life Crisis”

  1. nyo2 says:

    * insecurity regarding the near future
    * insecurity concerning long-term plans, life goals
    * insecurity regarding present accomplishments
    * re-evaluation of close interpersonal relationships
    * nostalgia for university, college, high school or elementary school life
    * loneliness
    * a sense that everyone is, somehow, doing better than you

    totally agree with you yan….
    feeling the same….

    Reply

    ydoea reply:

    hehehe. cheeeeers!
    for quarter life crisis. :D

    Reply

  2. kodri says:

    ah come on..

    hidup doang..
    sementara aja..

    santai aja lah…

    *tahun ini gua ngutang rumah loh!! gyahahahahah

    Reply

    ydoea reply:

    yah elu enak settle jelas di balikpapan sama si aca.
    gue masa beli rumah di tengah laut natuna.

    hmm.. apa gua beli boat aja ya…
    *mulai ngarang buang buang duitnya*

    Reply

  3. indi says:

    ahaha.. few months ago i posted something like this..
    3 bulan berlalu, indeed gw masih merasa begini..

    alone in the crowd.

    we should like bikin geng atau club gitu kynya.
    quarter-life-crisis anonymous?

    Reply

    ydoea reply:

    hahaha setuju bu ketua.
    decided. dengan deklarasi ini,
    hari ini quarter-life-crisis anonymous terbentuk dengan nona adistya alindita sebagai kepala pengurusnya. :D

    Reply

  4. adisus says:

    heleh…geng-nya gak akan lama bertahan Om…
    –emang kalian mo bertahan lama di zona ini?!…sumpaah…”quarter-life-crisis” gak enak bgt Om..

    Kalian akan berada di posisi musti –atau direkayasa untuk MUSTI– mengambil bbrapa keputusan penting…
    Dah, hampir 2th w berkutat di zona ini…and I still got no clue!!

    gak pake pendahuluan, gak pake studi pustaka, gak pake hasil percobaan, tapi dgn sendirinya loe musti ambil kesimpulan…wkwkwkwk….

    Reply

    ydoea reply:

    sus.
    quarter life crisis lho, bukan krisis setengah baya.
    lo mah krisis setengah baya kali…
    hehehe becanda. ga enak sama orang tua. ampun sus. :P

    Reply

    ydoea reply:

    kalo dipikir soal keputusan penting itu..
    hmm. mungkin sih ya. tapi kadang yang maksa untuk ngambil keputusan penting itu kita sendiri ga sih? yang sebenernya bisa aja just let it flow.

    entahlah. kadang kalo gue sendiri malah gue yang maksain soalnya.
    sigh.

    Reply

  5. ..d B i e.. says:

    hummm…

    ada yang kurang sih disitu..sama postingan lo..hal2 yang baru saja gw alami yan…

    tapi ya itu…quarter life crisis gw sangat menghebohkan dan menyakitkan…hiks,,,

    Reply

    ydoea reply:

    sabar ya bie.
    mungkin emang pas lagi lebih sensitif juga soal gini ginian makanya terasa lebih menyakitkan.
    you’ll make it through. cheer up dong ibedslavina!

    Reply

  6. yayi says:

    ada pijakan apa engga..ngeri yah yan? untung gue masih kecil. eh bentar lgi gede sih. tp masih lama lah..hehe. eh apa bentar lagi? setengah tahun lagi sih. masih lama kan ya?

    Reply

  7. Dismas Bismo says:

    Gosh… kirain gw sendirian aja!!

    Reply

  8. fabian says:

    gw 200% ngedukung lo beli boat yan, hehehe, ajak gw kalo mau berlayar macam nenek moyang kita, ehhehe…

    Reply

  9. kalya says:

    mmh. ka yanyan,
    yakin signs di atas itu buat quarter life crisis?
    aku delapan belas taun, dan sedang merasakan itu. ergggh.

    Reply

  10. kalya says:

    ka yanyan,
    yakin ciri2 di atas terjadi di quarter life crisis?
    aku masih agak muda,tp sepertinya aku lagi mengalami tanda2 itu..
    hmm,atau ini krisis yang lain ya? *jadi konsultasi psikologi

    Reply

  11. s.sianturi says:

    hehe, memang selepas kuliah waktu berjalan bgtu cpt ya.. dah mau 2 thn aja kt lulus ckck..

    hmm..mgkn ambil positifnya aja, yan, ngerasain yg kyk ‘gini’ brarti kta sdh dewasa. bertambah tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. drpd nyadarnya pas udh tua, let’s say kepala 3, lbh bahaya lg tuh he3..

    Reply

  12. Ratih Wulandari says:

    stuju banget yan. Tapi menurut gw, untuk bisa keluar dari zona ini, emang harus kita sendiri yang memutuskan (atau bahasa yang lebih ok itu ‘maksa’ ya?) pengen keluar. Iya ngga sih?

    coz sometimes when you let thing flows, you can’t take control of it anymore gt lho.

    btw, klo lo jadi beli boat, count me in dong klo lo mw berlayar kemanaaaa gt.. Hahahaha

    Reply

  13. Nazef says:

    abis quarter-life crisis ada mid-life crisis..
    kebanyakan krisis kita hidup y..
    klo kebanyakan dipikirin, bakal pusing sendiri..ga maju2..
    jalanin aja..
    ga usah takut..
    banyak doa biar dapet bimbingan dari Allah
    kan klo dah dibimbing ga akan nyasar tuh
    hehehe

    betul tidak??

    Reply

  14. mamacira says:

    woooo suka banget sama tulisan ini. kurasa setiap orang pasti mengalami.
    Kalo enggak, berarti ya belum ajaakali yaaa.. tapi sampe kapan??? Emang ada ya hidup yang lengsem dan indah selalu… nggak pengen lebih kuat??!

    Dengan melihat ke belakang (hup!), melongok ke rumput tetangga (hup!), selanjutnya bercermin dng diri sendiri (^_^) dan berjinjit lihat ke depan (hyaa!) akan menjadi motivator kita untuk do something better than now.

    Better or The Best is relative kannn…..

    Reply

  15. lie says:

    dear ydoea

    thank u banget buat share nya hehehe karena gw juga merasa mengalami hal yg sama dengan yg dikau tulis ini…. gw hanya brasa stuck aja gak tau kenapa ??? and pengen lompat yg lebih jauh seh but pada kenyataanya temen2 gw bilang gw tuh dah enak… dr segi karir gw dah ok…. temen pun masih banyak sekali yg single dan tdk brasa kesepian but tetep ada yg brasa gw hrs lakukan sesuatu yg lbh besar tp gw gak tau itu … ya emang seh jwb nya smua balik ke YME gw hrs banyak berdoa…. itu duank seh jwb yg sebener nya terkena syndrome quarter age ini emang gak enak but gw hanya berfikir klo saat ini lalu kita dah menjadi org yg lbh dewasa lagi seh krn sbt yg lu bilang kita naek kelas tanpa ada bimbingan saat nya membimbing diri sendiri… sekali lagi trima kasih banyak tuk share nya

    Reply

  16. Uci says:

    Iya yan. Lu bnr. Those things are real. Begitu gw da krj. Gw di lepas bgitu aza ama ortu.shock. Rasanya lonely bgt..but now in His hands. I m stronger. So, Yan..be strong n take courage..!

    Reply

  17. whel says:

    huwaaaaa..

    gw lg ngalamin ini niihhh.. nowadays!!

    Reply

  18. yayi says:

    gue baru balik lagi kesini nih..baca2 ini..dan waktu itu gue ternyata sempet ngekomen kan ya..waktu itu gue bilang masih lama gue bakal ngerasain ini.
    Tapi…ehhh..ternyata eh ternyata….ahhaha ini gue udah ngerasain..gue kira 6 bulan itu lama.cepet parah cing.
    I’d never thought that I would be any older than 20. gue kira gue bakal 20 terus. ternyata umur nambah yah? dan nambahnya cepet banget! hahahaha *ketawa getir*

    God i’m not that good enough.*jedotin kepala* sheesshh…

    Reply

leave a reply

Featured & Popular Articles