Wanita, dan Field Engineer
Categories: Ahahaha, Featured, Love and life of a Field Engineer
Written By: ydoea
Yap, now I’m gonna review this part from life of a field engineer.
Wanita, dan Field Engineer.
Satu aspek penting yang perlu ditekankan waktu kita hidup di rig sebagai field engineer. Akses akan dunia luar terbatas. Ini termasuk aspek ceweknya. Sangat minim. Kenyataannya 99.93812% penghuni rig berjakun. Jakun.
*tidak didukung riset akurat. jangan pernah menggunakan statistik ini untuk tesis atau tugas akhir. serius ieu teh jang.
Yap, kebenaran memang menyakitkan.
Dan ini berdampak buruk terhadap salah satu aspek psikologis seorang pria sehat dan normal, kalibrasi akan kecantikan kaum hawa. You see, waktu seseorang ditaro di tengah hutan selama 1 bulan atau bahkan 2 bulan straight. Standar kalibrasinya akan berubah. Drastis.
.
Let say kamu ketemu cewek jelek banget di hari pertama kamu di rig. Standar kalibrasi yang waras, normal dan wajar akan menyebabkan mata mengirim sinyal-sinyal ke otak secara instan “ini cewek mirip babi hutan”.
Atau mari ambil contoh yang lebih ekstrim lagi, kamu berjalan jalan di hutan dan bertemu babi hutan beneran. Bukan sekedar cewe babi hutan.
Nah, setelah menghabiskan hidup satu bulan di rig bersama kru-kru yang berkeringat, berbau keringat, berjakun, dan berbau jakun (oh gua baru sadar kalo gua juga ga tau bau jakun kaya apa, tapi intinya ini bau ga ada feminin femininnya lah). Maka kalibrasi mata, perlahan tapi pasti, akan bergerak menuju kehancuran. Maka si babi hutan betina akan terlihat lebih menarik dan sensual. Itu satu bulan. Kalo ternyata terjebak di tengah hutan selama 2 bulan misalnya. Maka kurang lebih babi hutan betina tadi akan terlihat seperti visualisasi di bawah ini.

See? Dalam 2 bulan babi hutan cewe akan berubah menjadi secantik Luna Maya. Kiamat bukan? Itu babi hutan. Maka dengan algoritma yang sama cewek paling budug sekalipun akan terlihat begitu rupawan.
Hancur. Lebur.
.
Mari kita tinjau dari aspek lain. Sekarang bayangkan kalo abis dari rig trus sang field engineer langsung balik ke bandung misalnya. Yang dipenuhi mojang geulis dimana-mana. Bisa dipastiin dalam jam pertama itu orang harus dilariin ke UGD borromeus gara-gara shock. In the next hour mungkin orang itu diberangkatkan ke pemakaman terbuka gara-gara dirawat sama suster cantik.
Kebayang kan horor seperti apa yang kami rasakan sebagai field engineer?
That my friend, is the very truth of love and life of a field engineer..
.
*thanks to ito for the excellent soundtrack inspiration.



February 21st, 2009 at 3:08 am
ehehehe… Tuhan emang maha adil yah. Bahkan org jelek pun bsa punya kesempatan untuk dapet suami engineer…
Reply
ydoea reply:
February 21st, 2009 at 7:49 am
@yayi, err.. i must admit that’s uhm.. a whole new different perspective about this issue.

tapi apa apaaan serius ajaaaaah..
itu tidak faaaaaiiiiir…
Reply
February 21st, 2009 at 8:00 am
Biar kata mirip buaya bagiku luna maya yan..
Reply
ydoea reply:
February 21st, 2009 at 8:05 am
@ito, EXCELLENT comment to!! gila langsung gue integrasikan sekarang juga. hahahaha.
Reply
February 21st, 2009 at 8:58 am
hahaha..gw pikir loe bakal nulis ttg field engineer wanita..hahaha….
Reply
ydoea reply:
February 21st, 2009 at 10:30 am
@natnatnat, borooooooo.. ketemu aja jarang. i’ll leave that part to you deh ca.
Reply
February 21st, 2009 at 11:04 am
btw gue baru sadar gue memilih luna maya dengan baju yang ‘pas’
jadi kepikiran macem macem ga sih? ahahaha
Reply
February 21st, 2009 at 12:58 pm
wahhahahahahahaha… gimana elo ngeliat gue yan? pingsan donk saking cantiknya….. ahahahahaha *najissssssss*
Reply
ydoea reply:
February 21st, 2009 at 1:12 pm
@melur, kayanya jawabannya adalah uhm.. 7th heaven deh lur. ahahahaha.
Reply
February 21st, 2009 at 2:46 pm
bandung memang masih surganya awewos hahahaha….sengsara juga ya kerja di pedalaman
Reply
ydoea reply:
February 22nd, 2009 at 12:05 am
@udin, hohohoho jelas din.. makanya dulu yang enak adalah anak anak pas kerja di pangalengan. beuh mantep tah eta.
Reply
February 22nd, 2009 at 4:36 am
haha.. kasian juga yah…
Reply
ydoea reply:
February 23rd, 2009 at 12:08 pm
@fikri, eh fik, kalo diliat dari sisi laen ya. kapan lagi coba lo bisa melihat luna maya, dian sastro, sandra dewi, bcl, bermain kejar-kejaran dengan empat kaki. hahahahaha.
you just have to got the ‘right’ perspective man.
gila makin ngaco aja terusannya.
Reply
February 22nd, 2009 at 9:44 am
Hahahahahaha..
Seriiiiiiiiiing banget denger field eng mengeluhkan hal ini. Haha, tapi emg iya sih…
Hahahhaa, gw masih pengen ngakak liat foto Babi Hutan bertransformasi jd Luna Maya itu. hwahahaha
Reply
ydoea reply:
February 22nd, 2009 at 12:35 pm
@dini, ckckckck.. tega amat sih din ketawa di atas penderitaan orang laen..
hehehe.
Reply
February 23rd, 2009 at 11:00 am
Bro, u describe it very well. right on the spot! hahahahah
gw beberapa kali jelasin ke temen2 soal kehidupan di rig kok kaya nya ga terlalu “mengena” ya.
anyway, great and very honest writing! hahahaha
-salam dari south china sea-
Reply
ydoea reply:
February 23rd, 2009 at 12:05 pm
@Nico, south china sea? wow. gue ga tau kalo rig offshorenya cina kaya apa.
tapi onshorenya agak ‘tragis’ kan ya? huehehehe.
Reply
Nico reply:
February 27th, 2009 at 6:00 pm
@ydoea, gw blm pernah ke rig onshorenya. kalo offshore.. rig nya mah ga ancur, biasa aja, cmn dari segi makanan… hahahah, bikin kurus lah. cmn ada local food (mostly babi, kodok and other oily stuffs..). well, buat gw it’s just a big disaster!!! hahahahah
Reply
February 28th, 2009 at 1:36 pm
[...] Masih nyambung dengan posting gua sebelumnya, [...]
March 17th, 2009 at 8:52 am
Hahaha…yan,gwe dapet link blog lo dari fabi..
maen2 ke muara badak dongsss,kita patahkan teori babi hutan lo itu..
peace!wkwkwkwk
Reply
ydoea reply:
March 17th, 2009 at 8:44 pm
hehehe iya nih, kangen gue sama daerah badak nilam sana. hoew.. laut mulu..
nah elo kaga off off tis?
Reply
July 20th, 2009 at 6:06 am
hahahaha (again, gw ketawa mulu ah) tapi bukannya sekarang banyak service company yang nge-hire engineer cw? apa keliatannya aja banyak tapi sebnernya dikit? hahaha
Reply
December 15th, 2009 at 8:28 am
Masih mending kalo kalibrasinya cuma melenceng selevel babi hutan-luna maya. Kalo sampe melenceng jd lebih tertarik sama pria, hiiiii….
Reply